Friday, September 13, 2019

PERUBAHAN IKLIM TANGGUNG JAWAB KITA BERSAMA


PERUBAHAN IKLIM ADALAH TANGGUNG JAWAB KITA
Sekitar tahun 2015 lalu, beberapa kota di Indonesia dilanda bencana kabut asap parah akibat kebakaran hutan dan lahan. Di jambi dampaknya cukup untuk membuat beberapa aktifitas terganggu. Anak-anak sekolah diliburkan, petani gagal panen dan dampak yang paling terasa adalah gangguan kesehatan bagi masyarakat secara keseluruhan.


Foto Kabut Asap Di Jambi tahun 2015, sumber  : change.org

Tahun 2019, jambi kembali terkena dampak kabut asap. Meskipun belum separah tahun 2015 lalu, kali ini pemerintah cepat tanggap dalam upaya mengurangi dampak buruk kabut asap bagi kesehatan masyarakat. Pelajar Sekolah Dasar (SD) sampai pada Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) diliburkan untuk beberapa hari. Namun kondisi ini tidak mustahil bisa bertambah buruk nantinya jika tidak ada penanggulangan yang dilakukan secara signifikan.

Lalu, jika sudah seperti ini siapa yang disalahkan? Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. karena Perubahan iklim yang terjadi adalah tanggung jawab kita bersama. Kalau pun ada yang harus disalahkan, ya berarti kita semua.

Solusi nya? Beberapa hal menrut saya yang dapat kita lakukan dalam mengurangi polusi yang terjadi. Dari diri kita sendiri kita bisa mulai menggunakan kendaraan umum, tidak membakar sampah di siang hari, dan memilah milih sampah organik dan non-organik.

FOREST TALK WITH NETIZENS JAMBI
Sabtu, 31 Agustus 2019 lalu Yayasan Dr Sjahrir bersama The Climate Reality Indonesia mengadakan acara “Forest Talk with Netizens Jambi”  yang berlangsung di Swiss Bell Hotel Jambi. Sebanyak lima puluh  peserta yang notabene adalah Blogger di jambi dan lima exhibitor di undang dalam acara tersebut. Dalam acara yang berlangsung  selama kurang lebih 6 jam tersebut dipandu oleh bapak Amril taufik Gobel. Sementara  Dr. Amanda Katili Niode  , ibu atiek Widayati, Ibu Murni Titi Resdiana dan Ibu Elly Telasari bergantian menjelaskan mengenai perubahan iklim saat ini, juga pemanfaatan ekonomi kreatif tanpa harus merusak hutan dan ekosistem yang ada didalamnya.


Pada acara tersebut para peserta antusias mendengarkan materi yang disampaikan oleh para narasumber, karena memang disadari betul bahwa perubahan iklim  yang dirasakan saat ini sudah memasuki masa – masa ekstrim. Dalam pemaparannya ibu atiek  menjelaskan bahwa 10 % Emisi gas rumah kaca global berasal dari industry fashion. Di era serba digital seperti saat ini penggunaan fashion memang bisa dibilang sangat boros sekali. Orang-orang lebih suka menggunakan pakaian dalam beberapa kali pemakaian saja, alasannya karena kebutuhan akan fashion tersebut sangat tergantung dari sosial media yang di gunakan. Misalnya saja pada penggunaan instagram, rasanya cukup jarang orang-orang yang ingin mengupoad foto dengan menggunakan kostum yang sama dalam beberapa kali postingan. Nah hal ini lah yang sebetulnya menjadi permasalahan, bahkan ada beberapa gerai yang  mau menerima pakaian yang baru beberapa kali dipakai untuk dijual kembali karena menyadari peluang pangsa pasar yang besar.


Foto : Moderator dan Narasumber

.

Foto : Backdrop Forest Talk with Netizens Jambi



Foto : Slide presentasi dari narasumber

Selain itu para exhibitor juga diperkenankan untuk mengenalkan sekilas pandang mengenai produk usaha kreatif mereka, usaha yang dijalankan tanpa harus merusak lingkungan. Produk ekonomi kreatif yang di pamerkan dalam acara ini adalah produk-produk asli buatan masyarakat jambi, tujuannya selain ingin mengenalkan produk-produk mereka, para exhibitor ingin mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga lingkungan dimulai dari diri masing-masing.

Foto : Owner Vinto craft & etnik


Foto : Owner Rengkerengke



Foto : Owner Ragel

Setelah sesi presetasi dari exhibitor, para peserta menikmati acara demo masak yang dilakukan oleh chef swissbell hotel jambi dan berkesempatan untuk mencicipi hidangan tersebut. Di akhir sesi peserta melakukan foto bersama untuk kenang-kenangan, dan juga pengumuman pemenang lomba live twitter dan instagram yang berhadiah ratusan ribu rupiah. Yeay! Selamat buat para pemenang.!

Foto : Pemenang live Twitter


Foto : pemenang live instagram

Foto : Sesi Demo Masak

Foto : Para peserta menikmati makan siang



Foto : Peserta Forest Talk with Netizens Jambi



Foto : Sesi foto bersama peserta dan narasumber

Selengkapnya silahkan kunjungi : www.lestarihutan.id


2 comments:

  1. Mari jaga bumi dimulai dari langkah kecil yang dilakukan terus menerus :)

    Sampai ketemu lagi di Jambi ya Mita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, do'akan juga kabut di jambi segera hilang. nafas sudah sesek banget

      Delete